Minggu, 16 Agustus 2015

Someone Special

Pernah menaruh rasa pada seseorang? Pernah menyukai seseorang namun memiliki sebuah hambatan besar, karena dia sudah punya seseorang yang spesial?

Itu hal yang baru bagiku. Aku tidak tahu kali pertama melihatnya akan berefek pada hatiku. Dia sedekat nadi dengan sahabatku, namun sejauh matahari denganku.

Tidak sempurna, namun spesial. Absen yang berdekatan membuat hatiku melambung. Besarkah kesempatanku untuk dekat dengannya? Adakah kemungkinan agar ia melihatku?

Hari ini pembagian kelompok, dan aku satu kelompok dengannya. Yang bisa kulakukan hanyalah menghindar dan mencari kesibukan, ketika kami duduk berhadapan.

Aku berusaha tenang, namun jantungku terlalu berisik. Aku harus belajar untuk menyembunyikan perasaan ini dengan baik.

“Dia emang pendiem, ya?” tanyanya kepada sahabatku.

“Siapa?” tanya sahabatku.

Aku paham maksudnya. Aku tahu ‘dia’ yang sedang dibicarakan.

“Oh,” ucap sahabatku singkat ketika ia memahami isyarat dari dia.

Tubuhku panas dingin. Aku tidak tahu harus bagaimana. Haruskah aku tidak bereaksi? Atau mendongak dan tersenyum?

Tapi, perasaan apa ini? Mengapa hatiku terasa aneh? Apakah ini rasa senang karena ia memperhatikanku? Atau kecewa karena pendapatnya tentangku? Ataukah bingung terhadap reaksiku?

Aku selalu mencuri pandang dari kejauhan, berharap mendapati matanya tengah memperhatikanku. Aku selalu tertawa ketika berada di kejauhan, berharap ia melihat dan tersenyum dengan tawaku. Aku selalu ingin dekat dengannya, namun tidak mampu bergerak saat ia berada di dekatku. Aku selalu bingung menghadapi reaksiku terhadapnya, dan akhirnya aku hanya dapat diam.

Aku hanya diam dan memendam perasaanku rapat-rapat. Aku selalu berusaha menyembunyikan perasaanku agar tidak ada yang mengetahui. Aku selalu mencuri pandang darinya hanya untuk melihat apa yang sedang ia lakukan. Aku selalu memperhatikan orang lain agar tidak ada yang mengetahui bahwa aku menyukainya. Bahwa aku penggemar rahasianya.

Dan hariku selalu berakhir sama. Jarak kami tidak pernah berubah, namun perasaanku terasa semakin sesak setiap harinya dan pikiranku semakin penuh karenanya. Namun dengan semua perasaan dan hal baru itu, hanya diam yang dapat kulakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar