Minggu, 16 Agustus 2015

Someone Special

Pernah menaruh rasa pada seseorang? Pernah menyukai seseorang namun memiliki sebuah hambatan besar, karena dia sudah punya seseorang yang spesial?

Itu hal yang baru bagiku. Aku tidak tahu kali pertama melihatnya akan berefek pada hatiku. Dia sedekat nadi dengan sahabatku, namun sejauh matahari denganku.

Tidak sempurna, namun spesial. Absen yang berdekatan membuat hatiku melambung. Besarkah kesempatanku untuk dekat dengannya? Adakah kemungkinan agar ia melihatku?

Hari ini pembagian kelompok, dan aku satu kelompok dengannya. Yang bisa kulakukan hanyalah menghindar dan mencari kesibukan, ketika kami duduk berhadapan.

Aku berusaha tenang, namun jantungku terlalu berisik. Aku harus belajar untuk menyembunyikan perasaan ini dengan baik.

“Dia emang pendiem, ya?” tanyanya kepada sahabatku.

“Siapa?” tanya sahabatku.

Aku paham maksudnya. Aku tahu ‘dia’ yang sedang dibicarakan.

“Oh,” ucap sahabatku singkat ketika ia memahami isyarat dari dia.

Tubuhku panas dingin. Aku tidak tahu harus bagaimana. Haruskah aku tidak bereaksi? Atau mendongak dan tersenyum?

Tapi, perasaan apa ini? Mengapa hatiku terasa aneh? Apakah ini rasa senang karena ia memperhatikanku? Atau kecewa karena pendapatnya tentangku? Ataukah bingung terhadap reaksiku?

Aku selalu mencuri pandang dari kejauhan, berharap mendapati matanya tengah memperhatikanku. Aku selalu tertawa ketika berada di kejauhan, berharap ia melihat dan tersenyum dengan tawaku. Aku selalu ingin dekat dengannya, namun tidak mampu bergerak saat ia berada di dekatku. Aku selalu bingung menghadapi reaksiku terhadapnya, dan akhirnya aku hanya dapat diam.

Aku hanya diam dan memendam perasaanku rapat-rapat. Aku selalu berusaha menyembunyikan perasaanku agar tidak ada yang mengetahui. Aku selalu mencuri pandang darinya hanya untuk melihat apa yang sedang ia lakukan. Aku selalu memperhatikan orang lain agar tidak ada yang mengetahui bahwa aku menyukainya. Bahwa aku penggemar rahasianya.

Dan hariku selalu berakhir sama. Jarak kami tidak pernah berubah, namun perasaanku terasa semakin sesak setiap harinya dan pikiranku semakin penuh karenanya. Namun dengan semua perasaan dan hal baru itu, hanya diam yang dapat kulakukan.

Senin, 10 Agustus 2015

Cerpen Kewirausahaan - Jagung Manis Kakek

Berikut adalah tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia saya, yaitu: Membuat Cerpen bertema Kewirausahaan beserta struktur dan unsur intrinsiknya. Diharapkan postingan ini dapat membantu teman-teman seperjuangan yang mendapat tugas serupa atau sekedar tambahan informasi saja.

Jagung Manis Kakek

Liburan semester, aku mengunjungi Kakek dan Nenek yang berada di pedesaan. Ayah menceritakan kebun jagung yang telah di rawat bertahun-tahun oleh Kakek dan Nenek. Kata Ayah, Kakek dan Nenek adalah pemasok jagung terbesar di desa bahkan kota tempatku tinggal.

Dari kejauhan dapat kulihat rumah Kakek dan Nenek yang di kelilingi pepohonan rimbun. Kakek dan Nenek langsung menyambut dan membawa kami masuk ke dalam.

"Tidak terasa Chito sudah besar sekarang. Sebentar lagi wisuda, kan?" tanya Kakek.

"Iya, Kek." jawabku kemudian menyesap teh yang Nenek suguhkan bersama beberapa potong jagung rebus.

Jagung rebus itu terasa begitu manis. Aku jadi teringat jagung bakar dan jagung susu yang pernah kumakan di kota.

Seusai makan jagung, aku pergi menuju kebun jagung yang berada tak cukup jauh dari rumah. Kebun seluas 3 hektar itu membentang sejauh mata memandang dengan beberapa pekerja yang sedang memanen jagung.

Kata Kakek, hasil penjualan jagung sudah lumayan untuk membiayai kehidupannya selama ini. Karena suatu saat kebun ini akan menjadi milikku, Kakek mulai mengajariku beberapa hal tentang mengelola kebun jagung. Tapi aku mulai memikirkan pengelolaan lain yang menghasilkan keuntungan besar.

Keesokan harinya, aku segera membicarakan keinginan yang telah kupikirkan semalaman.

"Idemu menarik. Kakek akan memberikan beberapa jagung untuk percobaan." ucap Kakek menyetujui ideku.

Aku menganggu dengan semangat, Kesempatan berwirausaha ini tidak akan kusia-siakan.

*
Hari ini aku akan mengunjungi produksi pusat untuk mengatur beberapa hal. Beberapa pegawai sedang menggoreng perkedel jagung, donat jagung, dan roti jagung. Ada juga yang mengukus bakpau jagung dan merebus jagung. Setabung bubur jagung yang sedang di kemas menguarkan bau yang khas.

Berkat bantuan Kakek, aku mampu memiliki usaha segera setelah aku wisuda. Kebun Kakek di pedesaan tetap menjadi pemasok utamaku. Hubunganku dengan Kakek berjalan semakin baik. Setiap perencanaan yang kubuat selalu menyertakan Kakek, dan Kakek menjadi partner dan kakek terbaikku.


Unsur Intrinsik Cerpen 'Jagung Manis Kakek'
1) Tema: Kewirausahaan
2) Alur: Maju
3) Penokohan: Chito dan Kakek
4) Latar tempat: Pedesaan
5) Latar waktu: Sore hari
6) Sudut pandang: Orang pertama
7) Amanat: 1) Segalanya mungkin jika kita berusaha; 2) Jangan menyia-nyiakan kesempatan.


Struktur Cerpen 'Jagung Manis Kakek'
1) Abstraksi
Libur semester, aku mengunjungi Kakek dan Nenek yang berada di pedesaan. Ayah menceritakan kebun jagung yang telah di rawat bertahun-tahun oleh Kakek dan Nenek. Kata Ayah, Kakek dan Nenek adalah pemasok jagung terbesar di desa bahkan kota tempatku tinggal.
2) Orientasi
Dari kejauhan dapat kulihat rumah Kakek dan Nenek yang di kelilingi pepohonan rimbun. Kakek dan Nenek langsung menyambut dan membawa kami masuk ke dalam.
3) Komplikasi
Jagung rebus itu terasa begitu manis. Aku jadi teringat jagung bakar dan jagung suus yang pernah kumakan di kota. Kata Kakek, hasil penjualan jagung sudah lumayan untuk membiayai kehidupannya selama ini. Karena suatu saar kebun ini akan menjadi milikku, Kakek mulai mengajariku beberapa hal tentang mengelola kebun jagung. Tapi aku mulai memikirkan pengelolaan lain yang menghasilkan keuntungan besar.
4) Evaluasi
Keesokan harinya, aku segera membicarakan keinginan yang telah kupikirkan semalaman. Kakek menyetujui ideku dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
5) Resolusi
Hari ini aku mengunjungi produksi pusat dan mengemas produk.
6) Koda
Berkat bantuan Kakek, aku mampu memiliki usaha segera setelah aku wisuda dan kakek menjadi partner dan kakek terbaikku.

45 Perilaku & Moral Sikap Dalam Pancasila

Berikut adalah salah satu tugas sekolah yang diberikan oleh guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan saya mengenai 45 perilaku dan moral sikap dalam Pancasila. Saya harap postingan ini dapat membantu teman-teman seperjuangan yang mendapat tugas serupa ataus sekedar memperluas wawasan.

Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketaqwaannya kpd Tuhan YME.
Contoh: Memeluk satu agama dan menjalankan norma agama tanpa memandang rendah pemeluk agama lain.
2) Bangsa Indonesia percaya kpd Tuhan YME sesuai agama dan kepercayaan menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Contoh: Tdk melecehkan agama lain seperti membakar rumah ibadah, dll.
3) Menghormati dan menghargai setiap pemeluk agama agar tercipta kerukunan hidup antarumat beragama.
Contoh: Umat nonmuslim yg tdk makan scr terbuka ketika umat muslim berpuasa.
4) Membina kerukunan hidup antarumat beragama dan kepercayaan thd Tuhan YME.
Contoh: Saling membantu dlm pelaksanaan acara keagamaan.
5) Manusia bebas memilih agama yg akan di peluknya krn agama berhubungan lgs dengan Tuhan.
Contoh: Kebebasan beragama.
6) Saling menghormati kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Contoh: Tdk meribut saat org lain beribadah.
7) Tdk memaksakan suatu agama thd orang lain krn kepercayaan bukanlah suatu paksaan.
Contoh: Memaksakan agama krn jumlah penganut.

Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab
1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya.
Contoh: Menentang keras human trafficking (perdagangan manusia).
2) Mengakui persamaan derajat dan HAM, tanpa membedakan ras, kasta, gender, dll.
Contoh: Peluang kerja setiap individu sama tanpa perbedaan.
3) Saling menyayangi dan menghargai agar tercipta kerukunan.
Contoh: Berusaha utk tdk menyakiti hati org lain.
4) Saling toleransi dan tenggang rasa serta inhin berbaur.
Contoh: Kerja bakti.
5) Mengembangkan sikap tdk semena-mena thd orang lain.
Contoh: Atasan tdk boleh merendahkan bawahannya.
6) Menjunjung tinghi nilai kemanusiaan.
Contoh: Saling menghargai dan menghormati.
7) Gemar melakukan kegiataan kemanusiaan.
Contoh: Bakti sosial, dan bentuk kepedulian sosial lainnya.
8) Berani membela kebebaran dan keadilan.
Contoh: Bersedia mjd saksi atas sebuah kasus/insiden.
9) Menumbuhkan rasa kemanusiaan dlm diri masing-masing. Yakin bahwa kita sama dg manusia lainnya dan dpt berbuag sesuatu utk dunia.
Contoh:
10) Mengembangkan sikap hormat dan kerjasama.
Contoh: Tergabungnya Indonesia dlm anggota PBB.

Sila ketiga: Persatuan Indonesia
1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sbg kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Contoh: Tdk berpindah kewarganegaraan ketika negara sdg bermasalah.
2) Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
Contoh: ABRI yg di tempatkan di lokasi ancaman.
3) Mengembangkan rasa cinta kpd tanah air.
Contoh: Tdk menggunakan produk luar negeri dan menggunakan produk dalam negeri.
4) Mengembangkan sikap cinta tanah air.
Contoh: Menjaga kebersihan dan kelestarian Indonesia.
5) Memelihara ketertiban dunia yg berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Contoh: Relawan PBB yg dikirim utk menjaga perdamaian dunia.
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Contoh: Tdk mendiskriminasi seseorang.
7) Bergaul dg siapa saja tanpa membeda-bedakan.
Contoh: Kodrat setiap manusia sama tanpa perbedaan ras, gender, agama, dll.

Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyarahan/perwakilan
1) WNI berkedudukan dan memiliki hak dan kewajiban yg sama.
Contoh: Peluang pendidikan dan pekerjaan setiap orang sama.
2) Tdk memaksakan kehendak thd orang lain.
Contoh: Penyuapan.
3) Mengutamakan musyawarah dlm mengambil keputusan utk kepentingan bersama.
Contoh: Perbedaan pendapat dpt disatukan dlm permusyawarahan.
4) Musyawarah utk mencapai mufakat dan saling menghargai pendapat.
Contoh: Perbedaan pendapat harus saling dihargai.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yg dicapai dlm musyawarah.
Contoh: Keputusan yg telah di ambil melalui musyawarah harus dihargai.
6) Menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah dg rasa tanggung jawab.
Contoh: Tdk boleh egois dan berusaha utk merusak keputusan yg telah di ambil karena ego semata.
7) Mengutamakan kepentingan bersama dlm permusyawarahan.
Contoh: Berpendapat yg dpt menguntungkan seluruh pihak, bukan pihak golongan.
8) Musyawarah dilakukan dg akal sehat dan sesuai dg hari nurani yg luhur.
Contoh: Pendapat dan keputusan dlm musyawarah tdk boleh didasarkan atas rasa benci dan dendam yg dpt merugikan.
9) Keputusan yg di ambil harus dpt di pertanggungjawabkan kpd Tuhan YME dan mengutamakan kepentingan bersama.
Contoh: Pengambilan keputusan harus dilalui dg jalan yg benar.
10) Memberi kepercayaan kpd wakil-wakil yg di percayai utk melaksanakan musyawarah.
Contoh: Wakil yg dipercaya utk musyawarah haruslah org yg jujur dan bijak.

Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
1) Mengembangkan perbuatan luhur yg mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan agar tercipta kerukunan dan keadilan.
Contoh: Tdk melakukan jalan pintas utk mencapai suatu tujuan krn dpt merugikan pihak lain.
2) Mengembangkan sikap adil thd sesama.
Contoh: Hukum yg hanya berlaku utk orang kecil.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Contoh: Di lalu lintas, kita berhak mendapatkan kenyamanan dlm berkendara namun tetap menaati peraturan lalu lintas.
4) Menghormati hak orang lain.
Contoh: Berkendara sesuka hati.
5) Suka memberi pertolongan kpd orang lain agar dpt berdiri sendiri.
Contoh: Memberi bantuan usaha mandiri.
6) Tdk menggunakan hak milik utk usaha yg bersifat pemerasan thd orang lain.
Contoh: Pemilik yg melakukan pemerasan biaya sewa yg tinggi tanpa memperhatikan kesejahteraan para penyewa.
7) Tdk menggunakan hak milik utk hal yg bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
Contoh: Korupsi.
8) Tdk menggunakan hak milik utk bertentangan dg atau merugikan kepentingan umum.
Contoh: Membangun pabrik dan mengalirkan limbahnya menuju perkampungan dan merugikan warga sekitar.
9) Suka bekerja keras,
Contoh: Gigih berusaha sekalipun selalu menemui kegagalan.
10) Menghargai hasil karya orang lain yg bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan berupa gambar ataupun musik.
Contoh: Tdk mengolok-olok hasil kerja keras orang lain.
11) Suka melakukan kegiatan dlm rangka mewujudkan kemajuan yg merata dan berkeadilan sosial.
Contoh: Memberikan bantuan kpd orang kecil.

Sumber: https://pakviksaja.wordpress.com/modul-pembelajaran/pengertian-dan-contoh-pengamalan-pancasila-melalui-45-butir-pancasila/

Rabu, 05 Agustus 2015

Tips Menabung Untuk Pelajar

Pepatah ‘rajin menabung’ sudah sering kita dengar, bahkan hingga saat ini. Rajin menabung memang banyak manfaatnya. Bukan untuk saat ini, namun untuk masa mendatang yang belum pasti.

Membiasakan menabung sejak dini akan melatih diri untuk bersikap lebih sederhana dan bersyukur. Biasanya, pemasukan seorang pelajar hanya berasal dari uang saku yang diberikan oleh orang tua. Dengan pemakaian yang sesuai dengan kebutuhan, kita dapat menyisihkan sedikit uang yang dapat di tabung untuk mencapai target yang diinginkan. Berikut adalah beberapa tips sederhana menabung untuk pelajar.

1) Menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan
Pemberian uang saku oleh orang tua berbeda-beda jumlah dan jangka waktunya. Ada yang di berikan perhari, perminggu, atau bahkan perbulan. Ada yang secukupnya, dan ada yang di lebihkan. Penting untuk menyesuaikan pengeluaran dan pendapatan untuk mencapai target dalam jangka waktu yang diinginkan.

Jika kita diberikan uang saku perhari, lakukan penyesuaian pengeluaran untuk satu hari. Biasanya uang yang diberikan perhari dapat disisihkan cukup banyak dan lebih simpel dibandingkan perminggu atau perbulan.

Uang saku yang diberikan orang tua biasanya ditujukan sebagai keperluan konsumsi kita selama di sekolah. Keperluan konsumsi memang tidak bisa ditangguhkan dan harus dipenuhi, sehingga pengeluaran perhari itu pasti ada, namun dapat di minimalkan.

Untuk makan, saya menyarankan memilih makanan yang murah dan mengenyangkan. Untuk kebersihan, sebenarnya makanan yang dibuat di sekolah belum tentu terjamin, sehingga memang di sarankan untuk membawa bekal dari rumah. Selain terjaga kebersihannya, dapat mengurangi pengeluaran juga.

Untuk minum, sebaiknya dibawa dari rumah saja untuk meminimalkan pengeluaran. Jika kebutuhan air kamu lebih banyak, bawa botol minum dengan ukuran yang besar agar tidak perlu membeli lagi selama di sekolah.

2) Buat target dalam jangka waktu tertentu
Setelah menyesuaikan pendapatan dan pengeluaran kita, akan diketahui pengeluaran dan pendapatan rata-rata. Dengan pengeluaran dan pendapatan rata-rata, dapat di buat target yang akan membuat kita semakin semangat dalam menabung.

Biasanya, target itu di sesuaikan dengan jangka waktu pemberian uang saku. Jika uang saku di beri perhari, umumnya kita juga akan membuat target untuk satu hari.

Jika perhari di beri uang saku Rp15,000, dan masih memiliki sisa Rp8,000, uang itu dapat kamu jadikan target perhari. Atau jika khawatir dengan pengeluaran mendadak, dapat kamu pasang target Rp5,000 perhari.

Penentuan target jangan terlalu rendah, namun jangan terlalu tinggi. Kita harus tegas pada diri kita sendiri agar tidak lalai dan dapat mencapai target yang di inginkan.

3) Sisihkan uang sebelum berangkat sekolah
Setelah menentukan target, akan lebih baik jika target itu akan benar-benar terpenuhi. Jangan sampai ketika uang saku hari itu sudah habis, kamu malah menggunakan target itu dan menggantinya dengan uang saku yang kamu dapatkan keesokan harinya. Harus selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang disiplin.

Untuk menghindari hal itu, ada baiknya jika kamu hanya membawa uang secukupnya dan meninggalkan target kamu di rumah. Dengan begitu, kamu akan mengatur pengeluaran kamu hari itu dengan lebih cermat lagi. Ingat, menyisihkan dan menyisakan itu berbeda, lho.

4) Tingkatkan target
Setelah pengeluaranmu mulai semakin sedikit, penyisihan yang semakin banyak akan meningkatkan target kamu. Ada baiknya jika target akan terus meningkat dalam jangka waktu tertentu atau ketika kamu merasa mampu meningkatkannya.


Itulah beberapa tips sederhana yang saya harap akan membantu pembaca sekalian, terutama para pelajar yang ingin mulai melengkapi kebutuhannya dengan uangnya sendiri. Saya juga akan memberikan pengalaman menabung saya. Semoga membantu!

Pengalaman pribadi
Sejak SMP, orang tua saya mulai memberi uang saku Rp50,000 dalam jangka waktu perminggu. Selama 6 hari sekolah, kurang lebih saya memiliki uang saku Rp8,000 perhari. Dan entah bagaimana pengeluaran perhari saya selalu melebihi batas yang di tentukan sehingga uang saku saya seringkali habis sebelum waktunya. Saat itu hampir setiap hari saya membeli makanan berat seperti bakso, nasi goreng, mi goreng, yang harganya bisa mencapai Rp5,000-Rp7,000. Belum lagi di tambah es teh manis atau es jeruk yang bisa mencapai Rp3,000-Rp5,000.

Kebetulan sejak kecil saya sudah di biasakan menabung. Bukan dari uang yang saya sisihkan, namun saya diberikan ‘gaji’ oleh Papa saya jika saya membantu beliau melakukan pekerjaan kantornya. Biasanya saya menghitung pendapatan karyawan Papa. Dengan pekerjaan sesimpel itu saya diberi imbalan yang cukup besar sehingga tabungan saya saat itu mencapai Rp1,200,000.

Keseringan saya pakai untuk keperluan lain, lama kelamaan uang itu menipis hingga Rp800,000. Saya benar-benar kaget ketika saya ingin mengambil uang, tidak ada yang bisa di ambil lagi.

Naik ke kelas 8, saya memutuskan untuk menabung. Uang saku yang di berikan orang tua saya masih tetap.

Niat menabung saya ternyata tidak sekuat itu. Saya kembali tergiur untuk membeli soto dan minuman dingin seperti sebelumnya. Tanpa disadari pengeluaran saya malah bertambah besar karena lokasi kelas yang cukup dekat dengan kantin sehingga mempermudah akses berbelanja.

Kebiasaan itu tidak berubah hingga saya duduk di kelas 9. Di semester 2 kelas 9, saya mulai menyadari bahwa saya sudah amat-sangat boros dalam pengeluaran. Uang saku yang di berikan orang tua saya tidak berubah. Jika saya tidak memperbaiki diri, boros malah akan jadi kepribadian saya.

Kalau tidak salah uang yang tersisa saat itu Rp200,000-Rp400,000. Saya mulai memperkecil pengeluaran saya sedikit demi sedikit. Memang sangat sulit. Saya hanya bisa menyisakan sekitar Rp2,000 di minggu pertama. Kemudian di minggu kedua saya malah menggunakan tabungan saya kembali sebesar Rp2,000 sehingga saya harus menggantinya minggu depan.

Saya mulai membeli kertas binder dan meletakkannya dalam binder saya. Saya mulai mencatat pengeluaran saya perharinya secara rinci. Saya juga membuat peraturan untuk menyisakan uang saku Rp1,000 perhari, menjadi Rp6,000 perminggunya.

Saya mulai melakukan kebiasaan itu. Setiap pulang sekolah saya selalu mencatat setiap pengeluaran saya. Target yang saya pasang itu awalnya belum berhasil. Kemudian saya kembali memperkecil pengeluaran saya hingga akhirnya target perminggu itu dapat terpenuhi. Saya juga membuat grafik sederhana, dan setiap minggunya selalu terjadi peningkatan. Memang pernah terjadi penurunan yang cukup drastis, tapi saya kembali memperkecil pengeluaran dengan semangat untuk mengembalikan Rp1,200,000 yang telah saya buang secara cuma-cuma.

Di hari minggu, saya selalu menghitung uang saku yang saya sisihkan minggu itu kemudian memasukkannya ke dalam plastik kertas binder dan mengelemnya agar tidak dapat saya ganggu gugat lagi.

Kurang lebih satu semester, saya bisa menyisihkan Rp500,000. Itu merupakan jumlah yang sangat besar menurut saya. Saya benar-benar bersyukur mengetahui target mencapai Rp1,200,000 itu tidaklah mustahil.

Awal masuk SMA, saya di beri uang saku Rp75,000 perminggu. Dengan 6 hari sekolah, kira-kira saya mendapat Rp12,000 perhari. Saya harus menyesuaikan pengeluaran saya dengan sekolah baru ini untuk menentukan target saya ke depannya.

Dengan kebiasaan menabung saya sejak kecil dan menyisihkan sejak satu semester yang lalu, saya dapat menyesuaikan pengeluaran saya dengan cukup baik. Kebetulan saya juga mendapat teman yang tidak membeli makanan berat.

Rp75,000 yang saya dapatkan itu akan dikurangi dengan Rp25,000 yang menjadi target perminggu saya.
Rp75,000 - Rp25,000 = Rp50,000

Dengan uang Rp50,000 itu saya mendapatkan Rp8,000 perhari. Pengeluaran saya perhari biasanya:

3 gorengan (@Rp1,000) = Rp3,000
Atau
1 siomay (@4,000) = Rp4,000

Biasanya saya akan membeli siomay. Jika di bandingkan dengan gorengan, siomay jelas lebih mengenyangkan. Terkadang saya juga merasa kenyang untuk memakan siomay, sehingga membeli gorengan.

Dengan pengeluaran yang seperti itu, saya bisa menyisakan kurang lebih Rp30,000 perminggu. Itupun jika ada keperluan sekolah.

Untuk mengontrol keuangan saya, saya selalu menghitungnya sebulan sekali. Terkadang memang terjadi perbedaan nilai antara uang dan catatan saya, namun akan saya sesuaikan. Karena hal itu sangat merepotkan, saya menyarankan untuk menyesuaikan pengeluaran dengan catatan sesegera mungkin agar tidak terlupa.

Nah, untuk pencatatan ini, dulu saya sempat menggunakan binder kemudian buku kas. Namun karena sepulang sekolah seringkali saya merasa capek untuk menulis hal semacam itu, saya mulai mencari aplikasinya di hp.

Dollarbird. Yap, saya menggunakan aplikasi ini sudah cukup lama. Saya suka menggunakan ini karena sangat simpel di gunakan dan keuangan saya tetap terkontrol. Saya dapat mencatat pengeluaran saya segera setelah saya berbelanja. Aplikasi ini benar-benar membantu.

Berikut adalah beberapa tips menabung untuk pelajar, disertai pengalaman saya secara pribadi. Semoga akan membantu untuk teman seperjuangan yang sedang ingin menabung. Sampai jumpa!